Cerita Makhluk Hidup

Perkenalkan "saya otot rangka"

Karakteristik Jaringan Otot
1. Eksitabilitas – kemampuan jaringan otot menerima dan merespons stimulus berupa impuls saraf
2. Kontraktibilitas – kemampuan untuk memendek dan menebal –> kontraksi –> saat menerima stimulus
3. Ekstensibilitas – kemampuan untuk meregang dan memanjang –> relaksasi
4. Elastisitas – kemampuan untuk kembali ke bentuk semula setelah kontraksi atau relaksasi
Fungsi Jaringan Otot
1. Pergerakan
– Merupakan fungsi integratif antara otot (terutama otot rangka), tulang, dan sendi
– Pergerakan tubuh dan anggota gerak, pencernaan, eliminasi sisa metabolisme, pernapasan, berbicara, dan sirkulasi darah
2. Memelihara postur tubuh – posisi stasioner
3. Menghasilkan panas – memelihara suhu tubuh normal
 
KITA 3 OTOT BERSAHABAT 😀
72
 
 
Tiga Tipe Jaringan Otot
A.  Otot Rangka – Skeletal Muscle
-Merupakan kumpulan sel berbentuk panjang —> serabut otot yang memiliki banyak inti
– Melekat pada tulang
– Memiliki lurik – berkas terang dan gelap
– Dipersyarafi oleh saraf motorik somatik (volunter) – respons disadari
– Awal kontraksi cepat, mengalami tetani (terus-terusan) & cepat lelah
skeletal muscle
Struktur Otot Rangka
a. Otot rangka merupakan kumpulan fasikulum yg dihimpun oleh jaringan ikat epimisium ––> merupakan bagian dari fascia
– Fascia yaitu lapisan jaringan ikat longgar yang memisahkan otot-otot yang bersebelahan atau sekelompok otot dengan jaringan subkutan.
b. Setiap fasikulum dibatasi oleh jaringan ikat perimisium
– Disertai saraf dan pembuluh darah yang lebih besar, dan reseptor untuk kontraksi-relaksasi
c. Unit terkecil –> berkas/serabut sel otot (myofibril) yg dikelilingi oleh jaringan ikat endomisium
– Menyediakan ruang untuk kapiler darah dan serabut saraf sampai pada setiap serabut otot.
d. Di antara endomisium & berkas serabut otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak.
from fascia
to endomisium
Struktur Histologi
struktur histologi jar otot
Struktur Serabut Otot
a. Unit struktural jaringan otot ialah serabut otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm).
b. Serabut otot disusun oleh miofibril (diameter 1-2mikrometer) –> fungsi: kontraksi dan relaksasi
– Sarkolemma – membran plasma dari serabut otot
– Sarkoplasma – sitoplasma dari serabut otot
c. Myofibril – sekempok protein panjang yang merupakan penyusun utama sarkolemma – tampak seperti pita gelap (myosin) dan pita terang (aktin) yg bersilangan
d. Glikogen –> disimpan dalam jumlah banyak sebagai sumber energi
e. Myoglobin –> pigmen merah –> menyimpan oksigen untuk aktivitas otot
f. Retikulum sarkoplasmik (SR) –> retikulum endoplasma halus yang membentuk jejaring menyelubungi myofibril – calcium reservoir
g. Kalsium mengaktivasi kontraksi otot
h. Sarkomer – segmen dari diskus Z ke diskus Z
i. Unit kontraktil fungsional dari serabut otot
Struktur Sarkomer
1. Sarkomer terdiri dari:
– filamen tebal dan filamen tipis
– protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis,
– protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis.
2. Pita gelap (pita/ bands anisotropic); pita terang (pita/bands – isotropic)
3. Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A, tdd 3 bgn:
– garis M; zona H; dan zona overlap
4. Filamen tebal tdp pd pita I;
5. garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen
tiois pd sarkomer yg berdekatan.
otot rangka
Otot Rangka Cicak
p400x
 
Retikulum sarkoplasma
a. Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot –> retikulum endoplasma di sel lain.
b. Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (TubulusT).
c. Tempat penyimpanan ion Ca2+ Tubulus T —> saluran untuk berpindahnya cairan yang
mengandung ion.
d. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.

trg glp


Adanya Protein kontraktil dan regulatoris
– Protein kontraktil – myosin dan aktin —> (Melakukan aktivitas kontraksi dan relaksasi)
– Protein regulatoris – tropomyosin dan troponin –> (Protein yang mengatur kapan serabut otot dapat atau tidak
dapat berkontraksi)
– Kontraksi diaktivasi oleh pelepasan kalsium ke sarkoplasma dan pengikatan calsium pada troponin
– Troponin mengubah bentuk dan menggerakkan tropomyosin menjauh dari sisi aktif aktin
Melihat Tebal Tipisnya Filamen
kontraksi otot 1
kontraksi otot 2
kontraksi otot 3
penjelasan gambar
Mekanisme Kontraksi
hendak kontraksi
kontraksi next
last
Keterangan:
Neuromuscular junction
– Sinaps –> titik tempat bertemunya serabut saraf (akson) dengan target selnya
– Neuromuscular junction (NMJ) – jika target selnya adalah serabut otot
– Satu serabut saraf menyetimulus serabut otot pada beberapa titik di dalamNMJ

Tahap Kontraksi dan Struktur Luriknya
#1
88
88
tahap kontraksi otot
HASILNYA —> pemendekan sarkomer.
– Jarak antara diskus Z memendek
– Zona H menghilang
– Berkas A gelap meningkat dikarenakan aktin dan myosin lebih overlap
– Berkas I terang memendek
TAHAPAN TERJADINYA RELAKSASI 🙂
• Ion Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sakoplasmik — penurunan konsentrasi ion Ca di sitoplasma
• Pelepasan ion Ca2+ dari troponin.
• Troponmyosin memblokir sisi pengikatan di aktin — lepasnya ikatan antara aktin dan myosin
Metabolisme energi pada otot
# Kontraksi otot bergantung padaATP
# SuplaiATP bergantung pada ketersediaan:
– Oksigen
– Sumber energi organik, misal glukosa dan asam lemak
# Serabut otot dapat memeroduksiATP melalui 3 jalur:
# Creatine kinase (tidak memerlukan O2) – transfer fosfat dari creatine phosphate pada ADP untuk membuat ATP
# Fermentasi asam laktat (tidak memerlukan O2) – hanya menghasilkan sedikitATP
# Respirasi aerobik: (memerlukan O2) – lambat, tetapi paling banyak menghasilkanATP dari 1 mol glukosa
Komposisi Otot Rangka
1. Otot merah & putih
Ototmerah –> bnyak mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin, yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel)–> kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzimtransport elektron yang kuat
Otot putih –> krn kurang mioglobin –> kapasitas glikolisis anaerobik
yang tinggi dgn aktivitas enzimglikolisis dan fosforilase yang kuat.
2. Ekstraktif
Yaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin, kreatinin fosfat, ADP, asam amino, asamlaktat, dll. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang ‘kaya energi’
3. Protein
Komponen enzimotot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin, aktin, troponin, dan tropomiosin.
Sumber
bu madhiha
Daftar Pustaka:
Mescher, AL : Junqueira’s Basic Histology: Text and Atlas 12th Edition: http://accessmedia.com

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!