Puisi (Aku dan Kamu)

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Senja Berkabut (2)

    Suatu hari, setelah melewati kabut tebal, senja masih gigih untuk menghempaskan kabut tersebut. Seseorang yang tadinya tidak menyadarinya, bergulat dengan prasangka, menutup mata dengan emosi, kini perlahan ikut melewati balutan kabut. Bagaimana jika seseorang yang kita pilukan ternyata menyimpan begitu besar penghargaan untuk kita? Kamu ternyata memang tidak pandai mengutarakan perasaan, tidak pandai mengekspresikan perilaku, begitu juga dengan menyampaikan hatimu padaku. aku yang harus melihat celah itu, aku yang harus mengusir dilema burukku, Ternyata, aku hanya harus menatap kelembutan dan ketulusanmu dalam menghargaiku.   15 Januari 2022

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Senja Berkabut

    Rasanya selalu menyenangkan melihat senja keunguan kemudian esoknya berganti menjadi senja keemasan. Perubahan warna senja buatku menjadi rona warna kehidupan apalagi rumah tangga. Sudah 6 tahun aku menjalani peranku sebagai istri sekaligus ibu dari kedua anakku. Dari yang malu-malu sampai terang-terangan, dari yang bahagia itu sederhana sampai rasa sesak menghadapi keabaian, dari yang 500 ribu sampai 3 juta 800 ribu. Dari yang orang-orang disekitarku hanya mempercayai perkataanmu sedangkan aku bukanlah siapa-siapa. Dari yang kesungguhanku menyampaikan pendapat dan saran, tapi tidak diindahkan olehmu, dan berujung akulah satu-satunya yang tidak bijaksana. Tidak melulu, tapi selalu teringat. Semua ini bersarang pada sudut ruang di hatiku. Sehingga senja, terasa berkabut. Aku bukanlah perempuan sempurna.…

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Kamu Cantik

    Saat kita tersesat di suatu malam dan terpisah dari semua orang Istriku, tak terkira aku merasakan cinta barumu dirumah ini. Kau telah Surga kami dengan Rasa keibuanmu Dan di sini, aku dan anakĀ² berada di samping orang yang paling berharga. Aku berada di samping orang yang paling cantik. Sayang, malam ini, mari lupakan semua yang sudah lewat. Tetaplah di pelukanku dan tenangkan kami. Kalian, sama berharganya dengan sisa hidupku. Tidak ada orang lain untukku selain kau dan keturunanmu, setidaknya itu alasanku menjalani hidup. Sayang, tahun-tahun terbaik akan datang kedepan. Dan setiap hari, dengan izin Allah, Kita akan menjadi lebih baik. Sayang, Peluk tanganku Supaya aku tetap tangguh megarungi gelapnya semesta.…

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Kamu

    Aku dan kamu Meski kini ada dia si kecil periang Meski kini ada dia si kecil lugu Bagiku dalam tidurku, Hanya ada kamu dalam dekap malamku Aku dan kamu Meski aku tahu bahwa kamu adalah lelaki pemalu Meski aku tahu bahwa kamu adalah lelaki pekerja keras Di tiap harinya jalan jauh menerjang lembah dan bukit melawan ego dan emosi di rumah maupun di kantor Aku dan kamu Meski aku tahu bahwa Alloh lah perencana segalanya Mesi kelak suatu saat nanti rasa diantara kita mulai pudar, Aku hanya ingin ada ungkapan, ucapan, dan tingkah laku, yang membuatku terhibur di sela sepinya kasih sayang antar kekasih… Aku hanya ingin kamu tahu bahwa…

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    YANG SLALU KUSUKAI UNTUKMU

    Nampak sipit bibirmu saat tersenyum Aroma bajumu semerbak sedikit bau aneh Ketika kau tertarik pada sesuatu Kau terlihat seperti anak kecil Nampak bahagia dengan senyum polosmu Kau yang slalu berusaha keras Kau yang ternyata Wonder Woman Kau yang menghargai persahabatan Kau yang tak suka sambal pedas Dan kau yangvterkadang bertingkah aneh Suara nafasmu saat tertidur Kau slalu menceritakan kisah aneh Yang terjadi dalam setiap mimpimu Bagaimana pun dirimu… Kau sangat manis budi Dengan segala hal yang baik darimu Dan segala hal yang buruk dariku Aku dengan yang seperti itu Dan slalu berada di sisimu Bagaimana pun dirimu Istriku Aku sangat mencintaimu istriku Lembang, 9 januari 2018

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Lelaki Subuhku

    Ada yang mengintip Itu langit fajar Ada yang datang Itu langkah malaikat Ada yang berkokok Itu ayam jago Ada yang bergegas Itu tetangga sebelah Ada yang membangunkan Itu suara mikrofon masjid Semuanya itu kata aktif Sedangkan, Ada yang dibangunkan Ada yang dibelai Ada yang dilelapkan Ada yang diheningkan Hingga, Ada yang digoda Semuanya itu kata pasif Dan kamu selalu menjadi pasifku Yang membuatku akan melakukan apapun untukmu Suamiku, yang selalu kujaga cintamu Cinta kita, cinta anak kita, dan cinta kepada Rabb kita Kaulah, Lelaki Subuhku Lembang 14 Januari 2018

  • Puisi (Aku dan Kamu),  Sastra dan seisinya

    Ramadhan Kita

    Ada kumandang takbir, kembang api, anak kecil, dan juga jajanan asap. Dari malam langit negeri santri ini kusampaikan, Sayangku, terimakasih atas panjatan doa-doamu yang telah membersamaiku selama ini. Maafkan Ramadhanku yang mungkin telah menyulitkanmu. Dan juga kenakalanku yang berbunyi maupun tersembunyi. Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk tahun pertama kita. Semoga Alloh menerima Ramadhan kita serta diizinkan untuk kembali menikmati dan mensyukuri Ramadhan yang akan datang bersama Sang harapan-harapan kecil kita. Taqobalallohu minna wa minkum ..

  • Puisi (Aku dan Kamu)

    Teruntuk Kekasihku

    Kekasihku Ketika malam menjadi pagi Ayam berkokok membangunkan nyawa Burung riang menari bersama awan Dan embun menghadiahkan kesejukan Ketika dirimu hadir Racun cinta bersemayam dalam tubuhku Senang, sedih, tawa, pilu Dan dirimu berhasil memberikanku luka Kekasihku seaindainya kau tahu, Dulu aku pernah berjanji untuk tidak pernah menangis karena seorang lelaki Dan pada akhirnya kau adalah lelaki pertama yang membuatku menangis karna cinta Dulu aku tidak pernah membayangkan menikah dengan seorang lelaki mulia sepertimu Dan pada akhirnya kau adalah lelaki pertama yang mengajarkanku tentang hikmah ayat-ayat cinta Dihari ini kau semakin menua Entah berapapun umurmu Ijinkanlah aku berdoa kepada Tuhanku Agar kita kelak akan menua bersama Dengan cinta yang tak pernah…

error: Content is protected !!