Cerita di Sekitar Kita,  Cerita Langit

Bosscha jilid 1 #1

22 Desember 2012
hari ini hari ibu. Hari ini juga, aku dan Tiffany memulai perjalanan menuju Observatorium Bosscha. Jalan Peneropong Bintang. Semua kemungkinan2 macet, udah kita antisipasi. Berangkan pukul 10.15 WIB. itu udah termasuk nunggu di pangdam (pangkalan damri). Bis terus berjalan. Memberi ayunan yang indah hingga membuat kita terlelap. Sesampai di depan Togamas. terlihat angkot hijau bertuliskan Caheum-Ledeng. Awalnya sih ragu.. “turun gak ya??” tapi ampe akhirnya kita pun tetap ragu dan gak turun. Tetap bersi keras turun di UNPAD DU. – kayak yakin aja ada angkot jurusan ledeng-
Tiba di UNPAD DU pukul 12.00 WIB. Kita langsung menuju masjid dan menunaikan sholat dzuhur. Setelah itu, kita mencari angkot. Ternyata benar! angkot menuju Ledeng, gak lewat unpad. Akhirnya, kita naik angkot caheum-ciroyom dan berhenti di tamansari. Selanjutnya naik angkot caheum-ledeng deh. Hah, alhamdulillah. Tujuan semakin dekat!
Tiba di stasiun Ledeng, kita naik angkot menuju lembang. Turunlah kita di Batureok. taddaaaa.. terlihat sudah jalan menuju Bosscha. Butuh 800 meter lagi untuk menuju observatoriumnya. Baru beberapa langkah, rintik2 hujan mulai membasahi jalan peneropong bintang. Tetap SEMANGAT.. LANJUT!
berhubung hujan semakin deras, akhirnya kita berhenti dulu di sebuah warung yang bertuliskan SIOMAY IKAN. Wah, lumayan tuh.. sekalian ngisi perut. Tepat berada di depan SDN Pancasila. Hampir dua jam kita menikmati indahnya hujan di warung itu. Kata bapak penjualnya, hujan bakalan awet ampe malam. Jadi mau gak mau kita harus nekat. Modal berani aja.. Soalnya kita gak bawa patung dan jas hujan. Yang kita bawa cuman JAKET HIMPUNAN. Himbio himbio himbio…
jalan kaki
makan siomay
Terus berjalan sembari tertawa riang. ternyata jauh juga. baju rok tas, tetap saja semuanya basah. Namun tak apalah, jahim kita itu digunakan untuk menutup kepala. Jelas saja, jahimnya itu kan cuman satu. Punya tiffany ula. terus modalku apa? modal SEMANGAT.
Pukul 15.30 WIB. whuuaaaaaaa! rasanya gak nyangka banget. Akhirnya, aku bisa nyampe bosscha. Mungkin orang menilai kalau aku sedikit berlebihan. Tapi asal kalian tw, Bosscha adalah salah satu dari segudang impianku. dan kini tercapai!
Kita pun menhampiri pos satpam, dan diantarkan ke rumah pak Muhammad Irfan. Persis nama ayahku, sehingga aku merasa tak asing dengan beliau. Walaupun aku belum pernah bertemu dengannya.
Hujan terus mengguyur kota lembang. Hingga malam tiba, kita tetap berada di rumah. Menonton tv, makan, dan sebagai gantinyakita mengobrol dengan ibu dan bpak Irfan. Hmmm…. obrolan menyenangkan!
Hari pertama~ SELAMAT TIDUR BOSSCHA ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!