Cerita Sekolah

Seuntai kata dari Seseorang yang Sedang Jatuh Cinta

Pernah gak kalian mendefinisikan apa itu CINTA?
Cinta, apa ya? sebuah makanan? atau benda?
Bagiku Cinta itu sesuatu yang sulit sekali untuk didefinisikan.
Ada sebuah cerita tentang seorang gadis yang sedang merasakan hal aneh di dalam dirinya. Dia merasa, ada sesuatu yang berbeda. Dia merasa bahwa sekarang dia berada di ambang batas. Apa yang aneh? Menurutku gak ada yang beda. Dia terus memaksaku untuk mengoreksi dan mengamati sedalam-dalamnya. Aku terus berpikir… tapi, nothing’s different!
Akhirnya aku bertanya kepadanya, memang apa yang baru saja kamu lakukan?
Dia bilang, entahlah.. namun aku merasa bahagia. Akhirnya dia menceritakan apa yang barusan terjadi semalam. Ternyata dia baru saja mengobrol dengan temannya. Chatting! Aku sendiri heran, chatting doang, apa yang membuat sebegitu bahagia?
Ternyata, ia mengobrol dengan seorang lelaki yang dia sukai. Mereka tidak terikat. Ya jelas, wong yang ceweknya aja cewek baik2, cewek yang punya prinsip kuat untuk tidak pacaran. Kalau cowoknya si biasa aja, tapi bagi dia gak ada lelaki yang seperti dia. Dia alim, tapi kalau org bilang si, dia gaul ama yang lain.. dan itu yang temenku suka darinya. Terus masalahnya apa dong? aku bertanya-tanya.
Semalam setelah dia chat dengan cowok tersebut, ia merasa senang sekali. Karena ia merasa, obrolan kali ini, obrolan yang berbeda. “Ahh lebay kamu!” kataku. Dia pun terdiam. Setelah beberaapa detik ia mengatakan sesuatu,” masalahnya bukan itu..” Aku tertegun dan semakin bingung. Kelihatannya aku mulai mengerti.. “Ahhhh kamu jatuh cinta ya?”
Dia terdiam. Tak hanya itu, matanya pun berkaca-kaca.
Suasana hening. Matanya yang berkaca-kaca membuat suasana semakin hening, bahkan suara daun berguguran pun terdengar. Tiba-tiba dia kembali berkata “Aku takut jika cinta ini melebihi cintaku kepada Rabbku! Aku takut jika cinta ini terlalu dalam hingga berakar. Aku bahkan senang sekali ketika dia menyapaku. Cinta ini sudah lama. Sudah dari kelas 1 SMA. Seiap kata-kata yang dia ucapkan selalu aku rekam di dalam benakku. Aku ini salah! Aku terlalu banyak berharap. Kalaupun aku tahu perasaannya terhadapku, lalu apakah itu untung bagiku? Apabila perasaannya sama dengan apa yang kurasakan akan membuatku senang? TIDAK SAMA SEKALI. Aku tak mau jauh dari Rabbku. Aku terus memohon kepadaNYA agar kelak ia menjadi jodohku. Apa aku salah? itu yang aku takutkan. Seakan-akan aku tak percaya lagi dengan rencanaNYA. Aku ingin sekali agar dia yang menjadi imamku kelak. Aku harus berbuat apa? Mengatakan bahwa aku mencintainya? Itu sebuah penghancuran benteng. Aku tak ingin menduakanNYA. Aku ingin Alloh yang selalu ada di hatiku. Aku cuma ingin agar cintaku seutuhnya hanya karena Alloh dan untuk Alloh.”
Subhanalloh!
Sekarang aku paham. Apa yang berbeda dari dirinya…
Banyak orang mengatakan bahwa mencintai seseorang itu sebuah hal yang amat menyenangkan, seakan-akan hati terus berbunga-bunga. Tapi tidak bagi dirinya. Cinta yang abadi yaitu CINTA kepada RABB nya. Alloh SWT ^^

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!