• Sastra dan seisinya

    Perihal Sebuah Kekuatan dan Ketegaran

    ada yang namanya pagi setelah malam. ada pula yang namanya¬†lapar setelah kenyang. begitu seterusnya, membentuk sebuah hubungan yang terkait. jika setelah ‘ini’ ada maka ‘itu’ akan mengikuti. katanya aku adalah orang yang tidak pernah diam di sekolah. selalu saja membuat suasana ruangan kelas menjadi hidup. entak baik ataupun tidak yang jelas sekalinya aku terdiam maka suasana kelas seakan tidak hidup seperti biasanya. bukankah pernah kamu melihat aku termenung? mengendap-endap dalam kebisuan. sedangkan ketika kamu datang dan menyapa maka aku akan menyiapkan segala cara membentuk¬†raut wajah. tersenyum atau membalasnya dengan sangat dan sangat bahagia. sama halnya saat kamu mengejutkanku, maka aku sudah siap. siap dengan raut wajahku yang tersentak kaget. kalau…

  • Sastra dan seisinya

    Lupa

    belum lama kita berpisah semenjak pertemuan pertama kita tadi, aku sudah melupakan apa saja yang telah kita obrolkan. mungkin pesonamu membuatku lupa akan banyak hal. lupa bagaimana cara mesin di otak bergerak bahkan lupa bagaimana bibir ini bergerak mengucap namamu. jejak-jejak yang kita buat nampaknya sudah terhapus oleh rintik hujan sore ini. sekalipun aku mencarinya tapi tetap saja tak ada yang tertinggal. semakin lama hujan, semakin banyak kesempatan bagi angin dingin yang ikut menyelinap di celah ingatanku. berusaha menghapus segala hal yang berhubungan dengan ‘cara’. ah aku benci mengatakan ini. aku mudah sekali lupa. jika aku boleh memberikan pembelaan, aku tidaklah beda denganmu. kita sama-sama manusia bukan? makhluk paling pintar…

error: Content is protected !!