Cerita Sejarah,  Cerita Sekolah

aku belajar karena Alloh

23 april 2013
hari ini semua terlihat sangat sibuk. Teman-teman bergegas pulang mempersiapkan dirinya untuk segera belajar karena besok kita harus menjalani ujian tengah semester. STRUKTUR HEWAN. Materinya terlampau banyak, hingga aku pribadi sudah pasrah dari awal. Namun ada sesuatu yang janggal disini. Ketika aku bertanya, “eh pada mau pulang ya? mau belajar buat besok?”
mereka pun menjawab,”iya ni, malem ini harus begadang. Materinya kan banyak banget.”
Sering terlintas dipikiranku..
“ohh jadi kalau mau ujian, belajarnya begadang gtu ya..”
“nah, berarti belajar itu karena mau ujian”
“berarti belajar itu cuman buat dapetin nilai”
“kalau kayak gitu, belajarnya bukan karena Alloh dong. Tapi karena nilai.”
“padahal kan Alloh yang memberi kita kecerdasan.”
“harusnya kita belajar ya karena Alloh. Terserah berapapun nilainya, yang penting belajar secara konsisten. bukan belajar karena akan ada ujian.”
Fenomena yang ada ya seperti itu. Sejak SMA dulu, aku terus berusaha agar belajarku ini karena Alloh. Dimana kita tidak terfokuskan untuk berharap mendapat nilai bagus atau bahkan,”AKu belajar ah, biar besok dapat nilai A.”
Sungguh, nilai itu adalah bonus dari Alloh, atas usaha yang telah kamu lakukan selama ini. Kalau gitu ceritanya, walaupun kamu mendapat nilai A, tapi niatannya sudah bukan karena Alloh lagi. Belajar tidak harus dengan membaca buku. Diskusi dengan teman, atau menyalin pelajaran ke blog. Justru tak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga bermanfaat untuk orang lain.
Saya islam, kamu islam. Sepatutnya kita melandaskan sesuatu dengan niat karena Alloh SWT.
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin al-Khaththab radiallahuanhu, dia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”
Jadi, alangkah baiknya jika kita sama-sama belajar dengan meniatkan karena Alloh. Bukan karena mau ujian, kita begadang buat belajar. Bukan belajar untuk mendapat nilai bagus. Yakin saja, Alloh pasti akan memberikan yang terbaik buat kita–> sesuai dengan apa yang kita usahakan. Berapapun nilai yang kita dapat, itu adalah bonusan dari Alloh. Toh di akhirat gak dipakaikan.
Tetap semangat kawan!
Kita pasti bisa!
^^9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!