Cerita di Sekitar Kita,  Cerita Makhluk Hidup

Hari Bumi 2021 – Restore Our Earth

Hari Bumi 22 April 2021 mengambil tema penting pada kampanye tahun ini yaitu Restore Our Earth (Gambar 1) – Pemulihan Ekosistem Bumi yang fokus pada tiga aspek penting yaitu proses-proses alami (natural process), teknologi hijau (emerging green tech), dan pemikiran inovatif (innovative thinking). Memulihkan berarti mengembalikan ke kondisi semula.  Lebih dari 192 negara ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sesuai yang dilansir pada website www.earthday.org bahwa dengan adanya tema ini tentu menolak gagasan bahwa mitigas atau adaptasi adalah satu-satunya cara dalam mengatasi perubahan iklim.

Ada tiga aspek penting yang perlu kita lakukan, karena memulihkan ekosistem bumi/dunia bukanlah sebuah pilihan, namun sebuah keharusan.

Proses-Proses Alami (Natural Process) merupakan bentuk alamiah atau proses-proses alami dan interaksi antara tumbuhan, hewan, dan lingkungannya yang nantinya akan membentuk suatu ekosistem alami. Proses alami ini juga melibatkan berbagai kegiatan seperti adanya nutrisi/energi yang bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain. Adanya hubungan dalam sebuah proses alami, maka jika proses tersebut terganggu, tentu akan ada konsekuesi bahkan dapat menyebabkan konversi satu komunitas alami ke yang lain. Hilangnya suatu komunitas alami dapat mewakili kehilangan beberapa fungsi. Beberapa contoh proses-proses alami yang dilansir pada website www.explorecommunities.org yaitu aliran energi dan siklus nutrisi (fotosintesis, jaring makanan, jarring dekomposisi); transportasi sedimen dan pembentukan tanah; siklus air; mekanisme reproduksi/regenerasi; gangguan alam (kebanjiran, kebakaran, badai); suksesi; interaksi tumbuhan dan hewan; iklim dan iklim mikro. Sebagai contoh nyata proses alami adalah adanya adaptasi dari Pinus rigida P.Mill. pasca kebakaran hutan di Amerika Serikat. Menurut Gucker (2007) Pitch pine memiliki sejumlah cara adaptasi terhadap api yang memungkinkannya untuk dapat tumbuh di lokasi terbakar berupa regenerasi dan pembentukan bibit (Gambar 2). Regenerasi pitch pine pasca kebakaran dapat melalui tunas batang dan tajuk dari kecambah epikormik yang dilindungi oleh kulit kayu yang tebal, tunas basal dari tajuk akar, yang dilindungi oleh lekukan dan/atau tanah, dan/atau melalui pembentukan dari biji dalam kerucut serotinous yang tidak serotin atau terbuka (Little 1953 dalam Gucker 2007). Saat kerusakan akibat kebakaran meningkat, bentuk utama dari regenerasi pasca kebakaran berubah dari tunas batang dan tajuk menjadi tunas basal menjadi pembentukan bibit (Little 1952 dalam Gucker 2007).

Teknologi Hijau (emerging green tech) adalah upaya dalam penggunaan teknologi yang berbasis green. Dalam hal ini yang dimaksud adalah teknologi hijau mengacu pada jenis teknologi yang dianggap ramah lingkungan berdasarkan proses produksinya atau rantai pasokannya . Teknologi juga merujuk pada produksi energi bersih seperti penggunaan bahan bakar alternatif dan teknologi yang kurang berbahaya bagi lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Tujuan dari teknologi hijau adalah untuk melindungi lingkungan, memperbaiki kerusakan lingkungan di masa lalu, melestarikan sumber daya alam dan melestarikan sumber daya alam bumi (Kenton 2020). Selain dari penggunaan teknologi yang hemat daya dan minim carbon, green tech juga dimaksudkan untuk pemberdayaan teknologi dalam upaya keberlanjutan. Misalkan dalam pemetaan biodiversitas, infrastruktur teknologi dalam mendaur ulang limbah, pemurnian air, dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan teknologi pun kini banyak yang mulai berkomitmen dengan teknologi berbasis green.

Pemikiran inovatif (innovative thinking) pentingnya aspek ini adalah bahwa penduduk bumi pun juga punya kewajiban dalam berinovasi. Bagaimana mengatasi kelaparan atau keterbatasan pangan pokok pada suatu daerah, bagaimana agar suatu eksosistem yang langka/unik tetap dapat terjaga, bagaimana mengedukasi sesama agar menjaga keberlangsungan hidup yang ramah lingkungan, dan lain sebagainya. Tentu ini juga cukup erat kaitannya dengan inovasi teknologi hijau. Menurut Ceopedia (2020), kemampuan berpikir inovatif adalah mencakup berpikir analitis, terbuka, pemecahan masalah, kemampuan organisasi dan komunikasi. Berinovasi berarti mengembangkan ide baru kemudian menerjemahkannya ke dalam suatu proses atau produk yang inovatif .  Inovasi adalah fenomena ekonomi dan sosial, melibatkan masyarakat, membutuhkan investasi , infrastruktur, kebijakan khusus, dan keberanian untuk mengambil risiko. Dari pemikiran inovatif ini pula diharapkan adanya investor dengan dana hijau sehingga tidak hanya sekadar menjadi sebuah pemikiran namun dapat terwujud, dapat dirasakan manfaatannya, dan semakin luas keberlanjutannya. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!