Sastra dan seisinya

persembunyiannya

aku bertanya pada angin. simfoni indahnya angin yang tak kutahu secara pasti. wahai angin dimana dirimu? aku mencari cari dibalik daun. tapi tak kutemukan. aku hanya melihat makhluk bergerak dibalik daun. kuyakin itu semua pasti karena pembuluh angkut. seandainya aku jadi mkhluk itu, aku akan selalu berada dibalik daun.
aku melanjutkan pencarianku. disudut sana terlihat genangan air. mungkinkah? aku berjalan ke arah genangan itu. mencari angin dan tak kutemukan. lagilagi yang kulihat makhluk lain. makhluk yang sangat kecil. sangat mudah bersembunyi didalam air. makhluk itu bergerak. begitu lambat. itukah yang disebut fitoplankton seperti pada film spongebob? seandainya aku aku aku hidup di air, aku ingin menjadi fitoplanton. tak terlihat. tak dapat dicari. bersembunyi.
wahai angin dimanakah kau? apa kini angin membenciku? kenapa kau bersembunyi? apakah kau terlalu lelah berada didekatku?
aku berhenti dari perncarianku. aku berdiri ditengah teriknya mentari. menempatkan wajahku kearah langit. menatap kosong lapisan atas. tak ada burung yang lewat. perpaduan biru dan putihnya membuatku bertanya. mengapa begitu indah? bahkan ketika aku menatapnya, tetap indah yang kurasakan walau matahari membalas tatapanku. panjang gelombang matahari sampai di ubun-ubunku.
tiba-tiba ada sesuatu yang mengejutkanku. perasaan ini mengingatkanku. saat-saat aku berada didekatnya. aku ingat bentul. rindu ini. ya kau datang. kau disini angin. kemana kau selama ini? tak inginkah kau merajut kembali benang itu?
angin tetap diam. dia tersenyum. memberiku arah. arah yang selama ini tak pernah kuperhatikan. angin ternyata mengujiku. ingin agar aku melihat arah itu. awan. disanalah ia slama ini bersembunyi. angin dibalik awan.
Jatinangor 12.05 (UT+7)
bersama angin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!