Sastra dan seisinya

(?)

saat hujan menjadi yang ketiga diantara kami, dan hujan membiarkan obrolan kami semakin jatuh dan jauh. kupikir hanya angin yang berani bertingkah seperti itu. angin yang selalu menyusup di setiap obrolan umat. namun kini, nampaknya hujan akan ikut campur. dan untuk saat ini, aku tak tahu apakah hujan akan memihakku ataukah memihaknya-dia yang kupikir telah dewasa dan menepati janji-janji dewa.
“pembawaannya menyejukkan.”ya itu kata mereka. dan aku mengangguk berasumsi bahwa itu benar.
selama angin menemani hidupku, aku tak pernah menyangka hal ini dapat terjadi. apa mungkin, aku yang terlalu berekspetasi besar dengan segala ke-idealisan yg kupunya? entahlah, aku justru berayukur memiliki ini. berharap agar tetap berada dalam ke-idealisan sesuai kadarnya.
kamu kesana aku kesini. ingatkah kamu dengan keputusanmu dan janji-janjimu? walaupun kamu memang dirimu dan itu benar adanya, semoga aku tidah berada dalam tanda tanya (?) mengira-mengira atau bahkan menuduh yang bukan-bukan.
sudah. itu saja.
Sumedang, 19 Juni 2014
11.47 (UT+7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!