Cerita Sejarah,  Sastra dan seisinya

aku padaMu

TUHAN, MABUKKANLAH AKU
Tuhan, mabukkanlah aku
Dengan anggur cinta-Mu
Rantai kaki erat-erat
Dengan belenggu perhambaan
Kuraslah seluruh isi diriku
Kecuali cinta-Mu
Lalu cerai daku
Hidupkan lagi diriku
Laparku yang maha pada-Mu
Telah membuatku
Berlimpah karunia
(Anshary, Terj. Abdul Hadi WM, Sastra Sufi: Sebuah Antologi:68)


ketika cinta itu datang
cinta yang begitu abstrak
cinta yang hanya harum sesaat
cinta yang antah berantah kepastiannya
kadang kau lupa
kau abaikan bisikan angin
kau abaikan nyanyian daun
kau abaikan derunya ombak
ya kau lupa
ada yang selalu mencintaimu
Tuhanku, Alloh ..
Jatinangor 18.28 (UT+7)
tersadar dari buyaran lamunanku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!